Assalamaualaikum

Sudah tidak terasa, sebentar lagi kita memasuki bulan suci ramadhan.

sudah tau belum apa aja yang harus dipersiapkan dibualan suci ramdhan? ayoo yang penasaran cek dibawah ini, bagai mana agar ramdhan kita kali  ini jadi lebih bermanfaat dan berkah dari pada ramadhan sebelum nya.

  1. Persiapan Ruhiyah (Keimanan)

Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).

Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

2. Persiapan Jasadiyah (Jasmani)

Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3. Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)

Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).

Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4. Persiapan Maaliyah (harta)

Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

5. Niat ikhlas karena allah

Niat adalah sesuatu yang muncul didalam hati dan dengan dilandaskan ke ikhlasan dalam mengerjakan nya. Niat sangat berbeda dengan doa, kalau niat cukup dibaca didalam hati tidak perlu di ucapkan dengan lidah, berbeda hal nya dengan doa, doa harus diucapkan dalam hati dan disampaaikan melalui lidah/mulut.

selama ini terkadang masih banyak masyarakat bingun akan masalah niat puasa, apakah yang mereka baca itu sebenar nya niat ataukah doa,

contoh, manakah yang benar, niat berbuka puasa atau doa berpuasa ?

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN QADAA’IN FARDHO ROMADHOONA LILLAHI TA’ALAA

Terkadang masyarakat indonesia menyebutk nya itu adalah doa berpuasa, padahal sudah jelas tercantumkan dalam lafaz tersebut yaitu nawaitu yang artinya sengaja aku. disini dibilang bahwa kita sengaja berpuasa dalam bulan suci ramadhan ini, jadi jangan takut semisalnya teman2 lupa membaca niat puasa, sesungguh nya dari malam pun tanpa kita sadari bahwa kita telah membaca niat kita, seperti  waktu ingin tidur, pasti dalam hati teman2 semua berkata, besok saya harus bangun pagi supaya besok bisa sahur buat puasa, nahhh itu pun sebenar nya merupakan niat.

jadi jangan sampai salah lagi, perbedaan niat sama doa

2.

Advertisements